Jumat, 18 September 2015

Para Pemain Sea Game 2015


Image result for pemain badminton indonesia 2015

  • Tontowi/Liliyana Lengkapi Wakil Indonesia di Semifinal

    Dengan keberhasilan Tontowi/Liliyana, Indonesia berhasil menempatkan dua wakilnya di semifinal.

    Image result for pemain ganda tontowi badminton indonesia 2015


        Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tidak memberikan kesempatan pada adik kelasnya di Pelatnas Cipayung, Praven Jordan/Debby Susanto di Korea Terbuka 2015. Alhasil, Tontowi/Liliyana lolos ke babak 8 Besar setelah menang dua gim langsung 21-10, 21-13.

       Usai laga, Liliyana mengungkapkan sejak awal ia dan pasangannya memang bertekad menekan sejak awal pertandingan. Inilah yang menjadi kunci kemenangan yang membuat Pravee/Debby banyak sekali melakukan kesalahan.

       Selanjutnya di perempat final, Tontowi/Liliyana masih menunggu lawan antara unggulan enam, Lu Kai/Huang Yaqiong dari China dan pasangan tuan rumah Kim Dukyoung/Kim Hey Rin.

       “Siapa aja lawannya nggak apa-apa, kami siap untuk menghadapinya. Melihat dari hasil di Jepang kemarin kan kami terhenti di delapan besar. Yang pasti kami ingin lebih baik lagi, jangan beban dan yang penting bagaimana caranya kami bisa menerapkan permainan dengan benar,” tutur Liliyana dilansir Badmintonindonesia, Kamis (17/9/2015).

       “Hari ini mainnya cukup bagus. Tinggal besok bagaimana kami bisa menerapkan strategi kami. Sejauh ini kami sudah beradaptasi dengan baik. Walaupun masalah angin cukup terasa, tapi lawan juga mau nggak mau merasakan hal yang sama. Tinggal bagaimana kami bisa mengontrolnya di lapangan,” kata Tontowi menambahkan.

       Tontowi/Liliyana menjadi satu-satunya wakil ganda campuran yang bertahan di perempat final. Kekalahan Praveen/Debby, rupanya harus diikuti oleh pasangan Indonesia lainnya, Riky Widianto/Richi Puspita Dili. Mereka kalah dari Shin Baek Choel/Chae Yoo Jung, Korea, dua game langsung, 8-21 dan 12-21.

     Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tidak memberikan kesempatan pada adik kelasnya di Pelatnas Cipayung, Praven Jordan/Debby Susanto di Korea Terbuka 2015. Alhasil, Tontowi/Liliyana lolos ke babak 8 Besar setelah menang dua gim langsung 21-10, 21-13.

    Usai laga, Liliyana mengungkapkan sejak awal ia dan pasangannya memang bertekad menekan sejak awal pertandingan. Inilah yang menjadi kunci kemenangan yang membuat Pravee/Debby banyak sekali melakukan kesalahan.

    Selanjutnya di perempat final, Tontowi/Liliyana masih menunggu lawan antara unggulan enam, Lu Kai/Huang Yaqiong dari China dan pasangan tuan rumah Kim Dukyoung/Kim Hey Rin.

    “Siapa aja lawannya nggak apa-apa, kami siap untuk menghadapinya. Melihat dari hasil di Jepang kemarin kan kami terhenti di delapan besar. Yang pasti kami ingin lebih baik lagi, jangan beban dan yang penting bagaimana caranya kami bisa menerapkan permainan dengan benar,” tutur Liliyana dilansir Badmintonindonesia, Kamis (17/9/2015).

    “Hari ini mainnya cukup bagus. Tinggal besok bagaimana kami bisa menerapkan strategi kami. Sejauh ini kami sudah beradaptasi dengan baik. Walaupun masalah angin cukup terasa, tapi lawan juga mau nggak mau merasakan hal yang sama. Tinggal bagaimana kami bisa mengontrolnya di lapangan,” kata Tontowi menambahkan.

    Tontowi/Liliyana menjadi satu-satunya wakil ganda campuran yang bertahan di perempat final. Kekalahan Praveen/Debby, rupanya harus diikuti oleh pasangan Indonesia lainnya, Riky Widianto/Richi Puspita Dili. Mereka kalah dari Shin Baek Choel/Chae Yoo Jung, Korea, dua game langsung, 8-21 dan 12-21.



    source: http://sports.sindonews.com/read/1045861/47/ke-8-besar-tontowi-liliyana-hajar-adik-kelas-1442476184
    Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tidak memberikan kesempatan pada adik kelasnya di Pelatnas Cipayung, Praven Jordan/Debby Susanto di Korea Terbuka 2015. Alhasil, Tontowi/Liliyana lolos ke babak 8 Besar setelah menang dua gim langsung 21-10, 21-13.

    Usai laga, Liliyana mengungkapkan sejak awal ia dan pasangannya memang bertekad menekan sejak awal pertandingan. Inilah yang menjadi kunci kemenangan yang membuat Pravee/Debby banyak sekali melakukan kesalahan.

    Selanjutnya di perempat final, Tontowi/Liliyana masih menunggu lawan antara unggulan enam, Lu Kai/Huang Yaqiong dari China dan pasangan tuan rumah Kim Dukyoung/Kim Hey Rin.

    “Siapa aja lawannya nggak apa-apa, kami siap untuk menghadapinya. Melihat dari hasil di Jepang kemarin kan kami terhenti di delapan besar. Yang pasti kami ingin lebih baik lagi, jangan beban dan yang penting bagaimana caranya kami bisa menerapkan permainan dengan benar,” tutur Liliyana dilansir Badmintonindonesia, Kamis (17/9/2015).

    “Hari ini mainnya cukup bagus. Tinggal besok bagaimana kami bisa menerapkan strategi kami. Sejauh ini kami sudah beradaptasi dengan baik. Walaupun masalah angin cukup terasa, tapi lawan juga mau nggak mau merasakan hal yang sama. Tinggal bagaimana kami bisa mengontrolnya di lapangan,” kata Tontowi menambahkan.

    Tontowi/Liliyana menjadi satu-satunya wakil ganda campuran yang bertahan di perempat final. Kekalahan Praveen/Debby, rupanya harus diikuti oleh pasangan Indonesia lainnya, Riky Widianto/Richi Puspita Dili. Mereka kalah dari Shin Baek Choel/Chae Yoo Jung, Korea, dua game langsung, 8-21 dan 12-21.



    source: http://sports.sindonews.com/read/1045861/47/ke-8-besar-tontowi-liliyana-hajar-adik-kelas-1442476184

Tidak ada komentar:

Posting Komentar